top of page

Kiprah Sepak Bola Anak di Indonesia


Sepak Bola Anak

Usia muda biasa diibaratkan dengan bibit untuk generasi masa depan. Generasi setiap masanya terus berganti, anak-anak di usia muda memiliki kunci sebagai pengganti generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengembangkan potensi olahraga sepak bola anak untuk kemajuan sepak bola di Indonesia.


A. Pengembangan Usia Muda

Saat ini, Sekolah Sepak Bola atau SSB sudah mulai menyebar keberadaannya di Indonesia. SSB dapat menjadi pondasi awal membentangkan sayap sepak bola Indonesia ke Asia maupun dunia.


Pemain usia muda patut diberikan arah untuk berlatih dan memulai langkahnya dari sepak bola anak. Hal ini sejalan dengan kebijakan Federasi PSSI tingkat nasional dan daerah mengenai jalur prioritas untuk anak usia muda.


Perkembangan SSB di Indonesia yang kian meluas patut kita apresiasi dan terus menyalurkan dukungan untuk membangkitkan sepak bola Indonesia. Dukungan yang diperlukan SSB untuk terus berkembang berasal dari tiga stakeholder, yaitu Federasi Sepak Bola atau PSSI, pemerintah, dan swasta. Tidak lupa juga dengan media yang digunakan untuk menyebarluaskan informasi mengenai sepak bola Indonesia.


Jika melihat ke era 90-an, jumlah dan persebaran SSB belum sebanyak sekarang. Namun seiring berjalannya waktu, sepak bola usia dini kian meningkat secara signifikan. Hal ini berbanding lurus dengan ajang pertandingan yang kian banyak diselenggarakan oleh sektor swasta maupun pemerintah.


Penilaian terhadap perkembangan SSB saat ini bukan dari jumlah muridnya atau jumlah kejuaraannya, melainkan dilihat dari manajemen tata kepelatihan yang sinergis, tersistem, dan terintegrasi.


Hal ini menyadarkan bahwa persaingan SSB akan menjadi lebih sehat. Pemain usia muda tidak selalu berorientasi pada kejuaraan. Usia muda disebut-sebut sebagai Golden Age of Learning dimana ini merupakan usia emas untuk anak belajar mengenai pengetahuan sepak bola dan pembentukan karakter yang kuat khususnya sepak bola anak.


Jalan untuk menjadi pemain sepak bola profesional harus ditempuh dengan kerja keras saat latihan dan semangat tinggi untuk mencapai impian tersebut melalui pendidikan di SSB. Gobet & Campitelli (2017) dalam penelitiannya menyatakan waktu tercepat menjadi pemain profesional adalah 3.016 jam, dan waktu terlamanya adalah 23.608 jam.

Sepak Bola Anak

B. Porsi Latihan Sepak Bola Anak


Teori Practice Trajectory menjelaskan mengenai penyesuaian kelompok usia untuk durasi latihan. Ross dalam teori ini menyampaikan bahwa durasi latihan untuk usia 9-12 tahun selama 3 jam dalam satu minggu, usia 12-15 tahun latihan selama 8 jam dalam satu minggu, dan usia 15-18 tahun latihan selama 14 jam dalam satu minggu.


Teori lainnya adalah Teori Long Term Athlete Development. Teori ini menjelaskan tentang empat tahapan pembagian porsi latihan dan pertandingan sesuai dengan kelompok usia.


  • Tahapan pertama. Disebut dengan tahapan dasar yaitu usia 6-10 tahun. Di usia ini, pembinaan dilakukan untuk melatih kemampuan motorik anak seperti, berlari, melompat, menangkap, dan melempar. Tahapan ini juga difungsikan untuk pembentukan karakter berdasarkan etika dalam sepak bola.

  • Tahapan kedua. Tahapan untuk berlatih dengan kelompok usia 10-14 tahun. Tahapan ini mulai memfokuskan latihan secara fisik dan teknik untuk membentuk kemampuan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain usia muda. Porsi latihan dan pertandingan pada tahapan kedua dibagi dengan perbandingan 75:25.

  • Tahapan ketiga. Selain latihan fisik dan teknik, usia 14-18 tahun di tahapan ini juga fokus dengan taktik permainan sepak bola. Porsi latihan dan pertandingan pada tahapan kedua dibagi dengan perbandingan 50:50.

  • Tahapan keempat. Tahapan usia >18 tahun mulai berlatih untuk menang dan sudah mampu lanjut ke dalam pertandingan besar dan menjadi pemain profesional. Tahapan ini memfokuskan pada latihan persiapan pertandingan dengan perbandingan porsi latihan dan kompetisi 25:75.


Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa proses untuk menjadi pesepak bola profesional dimulai dari latihan khusus sepak bola anak. Proses yang cukup panjang ini menandakan bahwa peran Sekolah Sepak Bola sangat penting sebagai wadah pemain usia muda mengasah kemampuan bermain sepak bola.



***


Brazilian Soccer School adalah sekolah sepak bola (SSB) bergaya Brazil yang bertujuan untuk membangun pondasi anak-anak untuk belajar sepak bola. Sistem pembinaan pada Brazilian Soccer School tergolong unik dan menarik seperti pemain Brazil, permainan Futebol de Salao dan dilengkapi dengan musik Samba memberikan sensasi latihan yang menyenangkan.


Ketahui lebih lanjut mengenai Brazilian Soccer School dengan menghubungi kontak di bawah ini:


Brazilian Soccer School

Plaza Asia / ABDA, Lantai 26

Jl. Jend. Sudirman Kav. 62 Jakarta Selatan

Phone: 021-514-01679

Mobile: 08787-555-4115

E-mail: info@bssindonesia.co.id


Comments


Featured Posts
Recent Posts
Search By Tags
bottom of page