top of page

Sering Cedera saat Bermain Sepak Bola, Bagaimana Cara Menghindarinya?


Menghindari Cidera

Tubuh kamu akan merasa lebih sehat dan bugar jika rajin berolahraga. Seperti halnya olahraga sepak bola yang selalu memerlukan gerak tubuh secara fisik. Jika kamu melakukan olahraga tersebut dengan cara yang salah, maka dapat memicu terjadinya cedera.


Cedera saat bermain sepak bola umumnya terjadi karena dilakukan dalam intensitas yang tinggi tanpa memperhatikan kondisi tubuh. Selain itu, kesalahan mempraktekkan teknik-teknik dasar bermain bola (misal saat menggiring bola sambil berjalan atau berlari) juga menjadi faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya cedera.


A. Bentuk-bentuk cedera yang sering dialami


Pemain bola handal sekalipun, seringkali tidak dapat menghindari yang namanya cedera. Maka dari itu, tubuh perlu konsentrasi lebih dan juga teknik bermain sepak bola yang benar.


Berikut beberapa bentuk cedera yang kerap dialami pemain sepak bola akibat melakukan teknik bermain sepak bola tidak sesuai.


  1. Keseleo Keseleo kerap dialami oleh para pemain sepak bola. Bahkan bukan pemain sepak bola pun sering mengalami bentuk cedera satu ini. Keseleo merupakan cedera yang terjadi pada bagian kaki. Kaki yang biasa mengalami keseleo adalah pergelangan kaki bagian luar. Hal ini terjadi karena posisi telapak kaki yang salah karena tiba-tiba berubah ke dalam. Beberapa faktor pemicu terjadinya keseleo saat bermain bola, diantaranya hantaman antar pemain yang tidak dapat dihindari, posisi tubuh yang salah saat jatuh ke tanah, atau lari dengan posisi salah. Gejala awal saat mengalami keseleo adalah terasa nyeri dan terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki. Keseleo dapat diobati dengan menggunakan obat pereda nyeri dan beristirahat sejenak dari aktivitas yang cukup berat seperti bermain bola.

  2. ACL Cedera ACL atau dengan nama lain Ligamen Krusiatum Anterior adalah cedera yang biasa terjadi pada bagian persendian di lutut. Cedera ini dapat terjadi karena faktor kontak fisik dan non kontak fisik. Faktor kontak fisik yang mengakibatkan terjadinya ACL adalah pemain lawan melakukan tackle. Faktor non kontak fisik adalah posisi tubuh yang salah saat terjatuh ke tanah. Para pemain bola sangat takut mengalami cedera ACL karena proses penyembuhannya yang cukup lama hingga 6 bulan. Jika mengalami cedera ACL, pemain sepak bola terpaksa harus absen selama setengah musim pertandingan. Tentunya, akan berdampak pada karirnya di dunia sepak bola.

  3. Cedera hamstring Cedera hamstring adalah kondisi cedera dimana otot hamstring terpuntir atau terdapat luka robek. Apa itu hamstring? Hamstring merupakan salah satu kelompok otot yang letaknya berada di bagian belakang paha seseorang. Biasa terjadi akibat posisi tubuh yang salah pada saat menendang. Pemain sepak bola yang mengalami cedera ini rasanya seperti mimpi buruk yang mengerikan. Pasalnya, kasus yang mengalami cedera hamstring sangat tinggi. Waktu penyembuhannya pun cukup lama, bahkan jika penderita mengalami cedera ini kedua kalinya maka proses penyembuhannya akan jauh lebih lama.

  4. Cedera kepala Resiko terjadinya cedera kepala pun dapat dialami oleh pemain sepak bola. Hal ini umumnya terjadi karena terdapat kesalahan teknik dalam bermain dan benturan yang cukup antara pemain, tanah ataupun bola. Benturan keras yang terjadi dapat menyebabkan cedera hingga gegar otak atau tulang tengkorak mengalami keretakan. Keempat bentuk cedera di atas pastinya sangat dihindari oleh para pemain sepak bola. Maka dari itu, sebelum bermain pastikan kamu sudah melakukan pemanasan yang baik, kemudian bermainlah dengan teknik yang benar.



B. Cara Menghindari Terjadinya Cedera


Simak penjelasan berikut ini mengenai cara menghindari terjadinya cedera terutama saat bermain bola.


  1. Pilih jenis olahraga yang tepat Sebelum kamu berolahraga, alangkah lebih baik jika mengenal bagaimana kondisi tubuh kamu terlebih dahulu. Mengapa demikian? Beberapa jenis olahraga bagi anak muda tentu berbeda dengan olahraga bagi para lansia. Mulailah olahraga dari jenis olahraga yang paling ringan, seperti jalan santai, bersepeda, berenang, atau senam. Nah, kamu bisa melihat kekurangan apa yang ada di tubuh kamu, lalu kamu juga dapat mengetahui apakah olahraga yang kamu jalani cocok atau tidak.

  2. Pastikan peralatan olahraga sudah sesuai Dari banyaknya jenis olahraga di dunia, masing-masingnya memiliki kebutuhan peralatan dan perlengkapan yang berbeda. Pastikan terlebih dahulu jenis olahraga yang ingin kamu lakukan. Misalnya, kamu ingin bermain sepak bola. Berarti kamu perlu mempersiapkan sepatu khusus untuk sepak bola. Perlu diingat, sepatu sepak bola dan sepatu futsal adalah sepatu yang memiliki fungsi berbeda.

  3. Pemanasan dan pendinginan itu penting! Sebelum berolahraga, lakukan pemanasan paling tidak lima sampai dengan sepuluh menit. Tujuannya adalah meregangkan otot-otot tubuh dan memperlancar peredaran darah. Setelah berolahraga, kamu juga perlu melakukan pendinginan. Badan yang berolahraga akan terasa lebih panas. Pendinginan bertujuan melemaskan otot-otot yang bekerja selama tubuh berolahraga.

  4. Jangan olahraga berlebihan "Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak tidak" Kalimat di atas sering kita dengar dan berlaku untuk olahraga. Istirahatkan sejenak tubuh kamu jika sudah terasa sangat lelah. Kamu dapat mengatur waktu untuk intensitas dan durasi berolahraga.

  5. Cukupi kebutuhan air mineral Apapun aktivitas kamu, siapkan air mineral yang cukup untuk penuhi kebutuhan mineral tubuh. Terlebih jika kamu melakukan olahraga untuk mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Perkirakan waktu dan intensitas olahraga kamu. Jika olahraga dalam.intensitas yang tinggi, ada baiknya kamu menyediakan minuman isotonik untuk mengembalikan elektrolit tubuh yang hilang. Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh kehilangan konsentrasi. Hal ini dapat memicu terjadinya cedera akibat tidak fokus saat bermain sepak bola.

  6. Pengawasan dari pelatih Beberapa jenis olahraga telah memiliki pelatih-pelatih profesional. Sebagai contoh, jika kamu ingin berolahraga sepak bola secara serius namun masih pemula, kamu dapat dilatih oleh pelatih profesional. Hal tersebut dapat kamu temukan di BSS Indonesia. Pelatih-pelatih handal di BSS Indonesia akan memberikan pelajaran mengenai teknik-teknik dasar bermain sepak bola. Selain itu, pelatih juga akan mengawasi cara kamu berolahraga agar dapat terhindar dari cedera yang serius.


Itulah beberapa informasi mengenai jenis-jenis cedera yang sering dialami saat bermain sepak bola dan cara menghindari terjadinya cedera.


 

Brazilian Soccer Schools


Brazilian Soccer Schools adalah sekolah sepak bola (SSB) bergaya Brazil yang bertujuan untuk membangun pondasi anak-anak untuk belajar sepak bola. Sistem pembinaan pada Brazilian Soccer Schools tergolong unik dan menarik seperti pemain Brazil, permainan Futebol de Salao dan dilengkapi dengan musik Samba memberikan sensasi latihan yang menyenangkan.


Ketahui lebih lanjut mengenai Brazilian Soccer School dengan menghubungi kontak di bawah ini:


Brazilian Soccer Schools

Plaza Asia / ABDA, Lantai 26

Jl. Jend. Sudirman Kav. 62 Jakarta Selatan

Phone: 021-514-01679

Mobile: 08787-555-4115

E-mail: info@bssindonesia.co.id



Comments


Featured Posts
Recent Posts
Search By Tags
bottom of page